Surganya Tempat Berburu Batik?

Saat pertama kali menginjakkan kaki di bandara Adisumarmo, Boyolali, aura aika-nya sudah kental. Bagian dalam bandara dihiasi dengan sejumlah motif batik yang rapi. Dalam perjalanan ke kota Solo, di setiap sisi jalan, banyak papan iklan dan papan iklan menampilkan informasi tentang lokasi produk batik dan pusat perbelanjaan batik Solo. Dengan taksi saya dan juga dan juga bersama dengan teman dari Pekanbaru saya langsung pergi ke bandara untuk penginapan, yang sudah kami pesan sejak lama. Program aplikasi hotel online sangat berguna untuk menemukan akomodasi yang sesuai dengan anggaran Anda dengan lokasi yang strategis. Pilihan kami jatuh pada Cakra Homestay, tidak jauh dari Kampung Kauman, salah satu pusat batik di Solo.

Yang pertama adalah Kampung Batik Kauman. Lokasinya sangat dekat, kita bisa jalan kaki. Desa Batik Kauman ini juga dekat dengan Masjid Keraton Kasunanan Surakarta. Warga Kampung Kauman yang memproduksi dan menjual batik, baik grosir maupun eceran. Toko-toko tersebut adalah rumah-rumah klasik yang ditata seperti toko-toko dengan berbagai produk batik, seperti batik tulis, batik tulis murni dan batik tulis. Selain bisa membeli, pengunjung juga dapat dengan mudah melihat-lihat proses pembuatan batik.

Lokasi lainnya adalah Solo Wholesale Center (PGS), beralamat di Jalan Mayor Sunaryo, Solo. Anda dapat mencapai PGS dari Jakan Cakra hanya dalam beberapa menit dengan tarif Go Car sekitar 12.000. PGS adalah pusat perbelanjaan yang menjual berbagai produk tekstil dan pakaian, termasuk tekstil dan pakaian batik. Toko dan stan batik khusus dapat ditemukan di lantai pertama dan PGS di ruang bawah tanah.

Meskipun disebut “pusat grosir”, penjual di sini juga mendapatkan pembelian toko yang baik. Harganya tentu saja akan berbeda. Harga grosir diberikan jika kami membeli setidaknya tiga potong pakaian batik. Toko mereka buka mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Wisatawan yang ingin membeli batik untuk oleh-oleh dengan harga murah dapat mengunjungi PGS ini.

Pusat batik berikutnya adalah Kampung Laweyan. Meski cukup panjang, namun tidak lebih dari Rp. 20.000 dari PGS. Desa ini memiliki sejarah panjang batik. Banyak pengrajin dan pengusaha batik lahir dari desa ini. Itulah sebabnya Desa Laweyan telah menjadi pusat terkenal untuk industri batik, serta menjadi tujuan wisata bagi pecinta batik yang datang ke Solo.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *