SRC Pilar Perekonomian Nasional

Banyaknya pusat perbelanjaan modern yang menawarkan kenyamanan bagi pengunjung bisa menjadi ancaman bagi pasar tradisional. Jika tidak segera berbenah, maka ritel tradisional perlahan akan tumbang dan hilang pusaran persaingan. Masalah ini turut menjadi perhatian PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Menggandeng dengan para pelaku ritel tradisional, Sampoerna membangun komunitas pedagang tradisional yang sudah dikenal luas, yakni Sampoerna Retail Community (SRC) sejak 2008. Perkembangan teknologi telah menyebabkan perubahan perilaku konsumen di Indonesia. Pelaku ritel tradisional tentu dituntut untuk dapat beradaptasi sehingga memiliki daya saing di tengah ketatnya persaingan bisnis.

Dengan adanya paguyuban, mitra SRC dapat merangkul distributor besar untuk bersedia memasok barang ke toko anggota paguyuban dengan harga yang menarik sehingga dapat menjual produk dengan harga bersaing. SRC juga berperan dalam pembangunan kapabilitas melalui Paguyuban yang diuwujudkan dalam bazaar, peluncuran produk lokal, hingga pelatihan bisnis yang menjadi agenda rutin sebagai bentuk pemberdayaan berbasis komunitas dengan menciptakan peluang inklusif. Paguyuban menjadi wadah konsultasi usaha dan berbagi ilmu dengan peritel lain. Dengan adanya program ini, Sampoerna memberikan pelatihan dan bimbingan bagi peritel tradisional agar dapat menjadi pilar ekonomi nasional. Para mitra yang tergabung dalam SRC akan diberikan pengetahuan tentang tata kelola toko mulai dari pelayanan, penataan toko, dan administrasi serta arahan strategi pengembangan bisnis mengikuti perkembangan dan preferensi konsumen saat ini. Tentu saja dengan begitu pelaku ritel tradisional yang tergabung dalam SRC telah membentuk perkumpulan atau paguyuban yang bertujuan untuk menyatukan visi dan misi anggota paguyuban.

Munculnya program Sampoerna Retail Community telah menjadi tolak ukur pengembangan ritel tradisional di Indonesia yang mampu bersaing dan juga memberikan kontirbusi positif bagi sesama dan lingkungan. Jika hal ini dikembangkan berkelanjutan, maka ritel tradisional memiliki kesempatan menjadi pilar ekonomi Indonesia di masa mendatang. Pengembangan ritel tradisional juga dilakukan melalui pengembangan UKM serta mengedepankan pemberdayaan sesama dan lingkungan untuk meraih kesuksesan bersama. Kegiatan sosial ini dilakukan secara serentak dan berkesinambungan dengan menggandeng seluruh jaringan SRC yang tersebar di Indonesia. Hal ini semakin menjelaskan jika keberadaan ritel tradisional sebagai poros gerakan ekonomi kerakyatan.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *