Refeshing Ke Bali Melihat Penampilan Budaya Khas Dewata

Bali memang identik dengan wisata pantainya. Jika biasanya tujuan wisata ke Bali adalah pantai, saya merasa cukup berbeda dengan pengalaman sewaktu liburan minggu kemarin. Pasalnya liburan minggu lalu di Bali, saya berhasil menghindari liburan mainstream ke pantai. Saya memilih menghabiskan beberapa tempat di Ubud Bali. Tidak kalah serunya dengan bermain-main dengan pasir dan air laut.

Ya, Ubud Bali memang lebih dikenal dengan wisata keindahan alam, budaya, serta keseniannya. Maka sengaja karena memang ingin mengenal lebih dekat dengan Bali, saya memilih berlibur ke Ubud. Saya sengaja memilih hotel di Ubud yang memiliki view paling indah. Selama tiga hari di Ubud Bali, tidak ada bosannya saya memandang pemandangan sawah yang ditawarkan hotel sewaan saya.

Bermain Dengan Kera

Nah, hari pertama yang saya lalui setelah berhasil check in di hotel pilihan yaitu Monkey Forest Ubud atau yang disebut juga Mandala Wisata Wenara Wana. Wisata ini terletak di tengah hutan lindung tepatnya di Jalan Monkey Forest, Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Untuk masuk ke sana, Saya mambayar tiket masuk sebesar Rp 50 ribu rupiah dan tertera Rp 40 ribu rupiah untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Sebelum berangkat saya memang mencari info sekedarnya, di mana di wisata tersebut akan banyak sekali kera yang dibebaskan. Benar saja, ketika sampai di sana saya langsungĀ  di sapa dengan ratusan kera yang sedang bersantai di sekitar tangga. Kera tersebut dipercaya masyarakat Bali sebagai penjaga Pura Dalem Agung yang terletak di Desa Padang Tegal, Ubud.

Saya melihat beberapa wisatawan lokal dan mancanegara yang dengan beraninya berinteraksi langsung dengan memberi monyet pisang. Terus terang saya memang tidak berani melakukan hal serupa. Padahal tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sebab di sana juga terdapat petugas guna menjaga keamanan di wisata sekaligus tempat sakral tersebut. Meskipun begitu, saya cukup menikmati jalan-jalan santai di Monkey Forest Ubud. Selain terhibur melihat tingkah lucu kera, di sana Saya juga merasa segar dengan pemandangan hijau yang terasa sejuk dan asri.

Menikmati Tari Kecak Di Pura

Setelah merasa cukup di Monkey Forest Ubud, Saya langsung membawa diri menikmati sore di Bali. Bukan lagi menikmati sunset di pantai. Masih di Ubud, saya mampir ke Pura Taman Saraswati Ubud. Seperti namanya, pura ini adalah tempat pemujaan bagi Dewi Saraswati. Saya cukup terpaku dengan ornament seni ukirannya. Sangat detail dan tampak indah. Pura Taman Saraswati juga memiliki panggung pementasan. Di sekeliling panggung tersebut, terdapat kolam yang cukup memikat mata, di mana ada banyak bunga teratai yang bermekaran indah.

Saya jadi tertarik untuk menonton pertunjukan tari di sana. Setelah melihat jadwal pertunjukan, beruntungnya saya datang di hari Kamis. Pura Taman Saraswati hanya membuka pertunjukkan tari kecak pada hari Selasa dan Kamis pukul 19.30. Saya buru-buru memesan tiket seharga Rp 75 ribu dan menunggu pertunjukkan mulai dengan berjalan-jalan di sekitar pura.

Menghabiskan satu hari penuh bersenang-senang di Bali memang tidak cukup. Ada banyak hotel murah di Ubud yang bisa kamu pilih seandainya berlibur ke Bali. Saya sendiri memesan hotel idaman saya melalui aplikasi Pegipegi. Pegipegi memberikan kemudahan booking hotel dengan membayaran yang mudah melalui berbagai layanan bank. Cocok sekali untuk saya yang kerap sekali berlibur tanpa rencana sehingga tidak pusing harus memesan hotel dalam waktu dekat. Menariknya lagi, Pegipegi kerap memberikan promo yang membuat saya untung tiap kali berlibur. Pegipegi jadi teman baik untuk berlibur!

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *