Mari Mengenal Tentang Kehamilan Ektopik Secara Singkat!

Pernahkah Anda mendengar tentang kehamilan ektopik? Kehamilan ektopik sering disebut sebagai hamil di luar kandungan. Dilansir dari halaman Hellosehat, pengertian kehamilan ektopik merupakan komplikasi kehamilan.  Hal ini terjadi karena sel telur yang sudah dibuahi tidak berpindah ke rahim melainkan menempel dan bertumbuh pada tuba fallopi. Pada kasus langka, sel telur juga bisa menempel pada tempat lain, seperti serviks, rongga perut, dan ovarium. Biasanya terjadi pada beberapa minggu pertama sejak kehamilan.

Berbahayakah kehamilan ektopik? Kehamilan ektopik bisa dikatakan cukup serius dan bisa membahayakan nyawa sang ibu. Hal ini terjadi karena sel telur yang tumbuh di luar rahim tidak akan bisa bertahan hidup. Justru sel telur tersebut akan menghancurkan jaringan tempat dia menempel. Akibatnya terjadi infeksi dan pendarahan internal.

Apa, sih, yang menjadi penyebab terjadinya kehamilan ektopik? Yuk, simak ulasannya dilansir dari halaman Halodoc!

  1. Adanya peradangan atau infeksi pada daerah saluran indung telur. Akibatnya, terjadi perlengketan yang menutup jalan sel telur untuk bertemu dengan dinding rahim.
  2. Adanya cacat pada janin sehingga menyebabkan hasil pembuahan tidak dapat menempel di dinding rahim.
  3. Adanya operasi yang melibatkan saluran indung telur menyebabkan penutupan pada sel telur sehingga munculnya kehamilan ektopik.

Sedangkan menurut sumber Alodokter, penyebab kehamilan ektopik karena adanya kerusakan pada tuba falopi di mana tuba falopi berfungsi sebagai penghubung antara indung telur dan rahim. Ada beberapa hal yang menyebabkan adanya kerusakan pada tuba falopi, seperti bawaan sejak lahir, faktor genetik, adanya peradangan akibat infeksi, adanya perkembangan reproduksi yang tidak normal.

Lalu, bagaimana gejala pada kehamilan ektopik? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

  1. Merasa lemah, pusing, bahkan pingsan.
  2. Mengalami gejala pada area perut, seperti muntah, mual, dan rasa penuh pada perut.
  3. Terjadinya pendarahan pada Miss V. Biasanya pendarahan muncul dengan jumlah yang lebih banyak atau lebih sedikit dibandingkan saat sedang haid.
  4. Adanya rasa nyeri yang sangat hebat di daerah panggul, perut, hingga bahu, dan leher.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati kehamilan ektopik!

  1. Operasi Darurat.

Operasi darurat akan dilakukan jika kehamilan ektopik menyebabkan pendarahan yang hebat. Operasi ini dilakukan dengan menyayat sayatan perut. Kerusakan pada tuba falopi bisa diperbaiki, akan tetapi jika tuba dan indung telur mengalami kerusakan parah, maka akan dilakukan operasi pengangkatan.

  1. Operasi Laparoskopi.

Cara ini dilakukan dengan tujuan untuk mengangkat embrio dan memperbaiki kerusakan akibat pendarahan kehamilan ektopik. Metode ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada perut. Biasanya letak sayatan ada di dekat pusar. Kemudian, dokter akan menggunakan tabung tipis yang dilengkapi dengan kamera dan cahaya. Tujuannya adalah untuk melihat kondisi tuba falopi. Operasi ini mengharuskan Anda untuk beristirahat secara total selama 1-2 hari.

  1. Obat-obatan.

Jika Anda tidak ingin melakukan operasi, maka Anda bisa menempuh jalan dengan obat-obatan. Hal pertama yang akan dilakukan oleh dokter adalah menguji tingkat hormon kehamilan, memeriksa detak jantung pada janin, dan memeriksa gejala kehamilan. 

Apabila tidak ditemukan pembuahan yang berhasil, dokter akan menyuntikkan obat metotreksat di mana berfungsi untuk menghentikan dan menghambat kehamilan. Obat ini dipercaya memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dengan efek samping yang kecil.

Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian kehamilan ektopik, penyebab, gejala, dan cara mengobatinya. Apakah Anda sudah paham?

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *