Category: Lain Lain


Model Pembasmi Rayap Terbaru


Memberikan beragam model yang cocok untuk dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara membasmi hewan – hewan yang merugikan Anda. Karena itu dengan menggunakan jasa pembasmi rayap akan membuat Anda semakin puas untuk dapat memiliki hal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Untuk itu dalam memberikan beragam model yang cocok untuk dapat membuat Anda lebih cocok untuk dapat digunakan dalam berbagai macam tempat dan dapat disesuaikan dengan keinginan Anda. Karena itu untuk dapat menggunakan metode tersebut akan membuat Anda betah dan dapat digunakan dalam berbagai macam kesempatan Anda. Untuk itu dalam menentukan hal tersebut akan membuat Anda menemukan model yang cocok dengan Anda.

Karena itu cukup penting untuk dapat membuat Anda semakin suka untuk dapat menggunakan hal tersebut sebagai salah satu bagian yang sesuai dengan apa yang digunakan. Karena itu sangat cocok untuk dapat digunakan dalam pembasmi rayap yang dapat membuat Anda susah dan sebel. Untuk dapat menggunakan metode sebaiknya kenali lingkungan sekitar Anda. Hal tersebut cukup penting karena lingkungan akan terpengaruh dengan beberapa metode pembasmi sehingga perlu berhati – hati dengan perhitungan yang cukup tepat. Hal yang dapat digunakan untuk dapat membuat hal tersebut untuk dapat membasmi beragam mode yang tidak sesuai dengan keinginan Anda. Untuk itu dapat diperhatikan terkait dengan kebutuhan Anda.

Semakin Anda mewaspadi rayap, membuat Anda semakin ingin mempelajari beberapa metode yang sering digunakan untuk dapat pembasmi rayap yang menjadi musuh dari setiap orang yang cocok untuk dapat membuat Anda semakin suka dan peka terkait dengan kebutuhan Anda. Karena hal tersebut cukup penting untuk dapat membuat Anda semakin suka dan dapat menggunakan hal tersebut dalam berbagai macam tempat. Sehingga dapat memilih hal tersebut dapat sesuai dengan keperluan Anda. Karena itu cukup penting untuk dapat menggunakanhal tersebut untuk berbagai macam kesempatan Anda. Untuk menentukan rumah yang cocok dapat disesuaikan dengan keinginan Anda. Dalam beberapa tempat perlu penyesuaian sebelum Anda melakukan sesuatu.

Perancis Melangkah ke Final Piala Dunia


Perancis melangkah ke final Piala Dunia 2018 selesainya mengalahkan Belgia menggunakan skor tipis, 1-0. Satu-satunya gol pada laga yang digelar Rabu (11/7) dini hari WIB tersebut dicetak sang bek Barcelona, Samuel Umtiti. Perancis benar -benar mengendalikan jalannya pertandingan. Skuat asuhan Didier Deschamps kalah secara penguasaan bola (36% berbanding 64%). Tapi berdasarkan jumlah tembakan, Les Blues mencatatkan 19 tembakan, sementara Belgia hanya sembilan. Kalah penguasaan bola Perancis ini adalah bagian berdasarkan taktik yg diterapkan Deschamps. Solidnya pertahanan sebagai kunci kemenangan Perancis atas Belgia. Belgia bukan tanpa upaya. Sejumlah perubahan dilakukan buat membongkar pertahanan Perancis. Namun Eden Hazard dan mitra-kawan gagal menaklukkan lini tengah. Skema Empat Bek Belgia Tak Berjalan Sesuai Rencana

Absennya Thomas Meunier membuat instruktur Belgia, Roberto Martinez, mengganti strategi. Skema 3-4-3 diubah menjadi 3-6-1 yang dimantapkan dengan pola 4-2-3-1 waktu bertahan. Martinez memainkan Marouane Fellaini, Mousa Dembele, & Nacer Chadli semenjak babak pertama, menyisihkan Yannick Carrasco, Dries Mertens, dan mengisi kekosongan Meunier. Saat menguasai bola, Martinez ingin anak asuhnya bermain misalnya umumnya. Menyerang lewat sayap menggunakan skema 3-6-1. Belgia hanya menyisakan Jan Vertonghen, Vincent Kompany, & Toby Alderweireld di belakang. Chadli, sama misalnya Meunier, membantu lini serang. Saat menyerang, Chadli dan Hazard begitu diandalkan pada kedua sisi. Tapi ketika bertahan, istilah Itcbet Agen Casino Terpercaya Hazard tidak menerima tugas buat turun atau membantu pertahanan. Sebagai gantinya, Dembele dan Witsel penekanan menjaga area depan 3 bek tengah dalam transisi menurut menyerang ke bertahan. Chadli, ad interim itu, akan berusaha balik ke pos bek kanan sebagai akibatnya Belgia membentuk pola 4-2-tiga-1 ketika bertahan.

Yang menarik berdasarkan taktik Martinez melawan Perancis merupakan keputusannya memainkan Fellaini & mencadangkan Mertens. Tugas Fellaini sendiri menjadi pengganggu build-up agresi Perancis saat memasuki area tengah & menambah opsi operan pada kotak penalti bersama Romelu Lukaku. Sampai batas eksklusif, Fellaini cukup berhasil memainkan kiprahnya. Paul Pogba tidak banyak terlibat membentuk serangan berdasarkan bawah. Tetapi N’Golo Kante sanggup menjadi alternatif serangan Perancis ketika lini belakang membutuhkan jembatan ke lini depan. Kante menjadi pemain Perancis terbanyak kedua dalam hal operan sehabis Benjamin Pavard. Hal inilah yang lalu membuat Perancis permanen bisa mengalirkan bola ke depan dan serangan-serangan kembali sanggup dilancarkan. Pavard & Kylian Mbappe jadi momok bagi pertahanan Belgia. Fokusnya Hazard sebagai pemain dengan tugas primer menyerang menciptakan Vertonghen kerap menghadapi situasi satu lawan satu melawan Mbappe. Sial bagi Vertonghen lantaran Mbappe sedang dalam penampilan terbaik.

Mbappe mencatatkan 15 kali dribel dalam laga ini (7 berhasil). Jumlah tersebut lebih menurut setengah jumlah dribel yg ditorehkan Perancis dalam laga ini. Akselerasi dan visi bermainnya yang cemerlang itu pun membuatnya mencatatkan enam umpan kunci. Namun Vertonghen bukannya tampil tidak baik. Cela justru lahir di area kanan pertahanan, area bermain Chadli. Gol Samuel Umtiti memang merupakan hasil skema sepak pojok. Tapi sepak pojok tersebut terjadi waktu serangan Perancis masuk dari kanan pertahanan Belgia. Lucas Hernandez memberkan umpan terobosan ke area pada belakang Chadli, yang disambut Matuidi. Matuidi meneruskannya dalam Giroud. Tendangan Giroud mampu diblok sebagai akibatnya berbuah sepak pojok. Perancis pun sedari awal memang hendak memanfaatkan “kelemahan” Belgia pada sisi kanan pertahanan. Itu terlihat waktu pada awal-awal laga Perancis bermain dengan pola dasar 4-3-3 menggunakan Antoine Griezmann yang poly berada di sisi sebelah kiri. Tapi Chadli bermain disiplin di awal laga sebagai akibatnya tak gampang menembus pertahanan Belgia lewat build-up yang menunjuk ke kanan pertahanan.

Kreativitas yang Melahirkan Generasi Emas Kroasia


Piala Dunia 1998 bagi Kroasia merupakan Piala Dunia terbaik mereka. Di Perancis, Kroasia yang kala itu berstatus menjadi tim debutan mampu mengejutkan global menggunakan pencapaiannya menempati posisi ketiga. Performa Kroasia pada Piala Dunia 1998 memang luar biasa. Di fase gerombolan , menurut 3 pertandingan yang dilakoni, Kroasia mencatatkan 2 kemenangan & satu kalah. Dengan raihan enam poin, Vatreni pun melaju ke fase gugur menggunakan status runner-up Grup H. Pada babak 16 besar , Rumania berhasil dikalahkan dengan skor tipis 1-0. Kemudian pada babak perempatfinal, giliran Jerman yang ditumbangkan 3 gol tanpa balas. Namun di semifinal, berhadapan menggunakan tuan rumah Perancis, Kroasia takluk 1-2.

Meski begitu berdasarkan Itcbet Agen Judi Bola Kroasia permanen menerangkan bahwa mereka merupakan tim yg andal. Kekalahan berdasarkan Perancis di semifinal dibayar tuntas waktu mereka sukses meraih kemenangan tiga-1 atas Belanda pada partai perebutan tempat ketiga dan keempat Piala Dunia 1998. Kemenangan tadi membuat Kroasia pulang menggunakan senyum yg merekah. Publik sepakbola Kroasia pun dibentuk bangga menggunakan pencapaian tadi. Terlebih dalam dua tahun sebelumnya, Kroasia pun sanggup menembus babak perempatfinal dalam debutnya di Piala Eropa. Julukan generasi emas dalam skuat asuhan Miroslav Blazevic itu lalu inheren. Kroasia waktu itu memang dihuni pemain-pemain bintang yg matang pada kompetisi elite Eropa. Zvonimir Boban (AC Milan), Slaven Bilic (Everton), Davor Suker (Real Madrid), Robert Prosinecki (Sevilla), & Goran Vlaovic (Valencia) menghuni skuat Kroasia kala itu.

Setelah Piala Dunia 1998 penurunan prestasi yg ditunjukkan Kroasia. Sejak tahun 2002 sampai 2014, menurut 3 penampilan terakhirnya di Piala Dunia, prestasi Vatreni mentok pada fase gerombolan . Bahkan dalam 2010, Kroasia gagal menembus putaran final Piala Dunia yang berlangsung pada Afrika Selatan. Perlahan tetapi pasti Kroasia sanggup bangkit berdasarkan keterpurukan. Kebangkitan tersebut tampak jelas pada Piala Dunia 2018. Di Rusia, performa memukau ditunjukkan Kroasia. Hadangan Nigeria (dua-0), Argentina (3-0), & Islandia (dua-1) di fase kelompok berhasil dilalui dengan kemenangan. Melalui torehan tadi, Kroasia pun lolos ke 16 akbar menggunakan status juara Grup D. Di fase gugur laju Kroasia kian tidak terbendung. Setelah melewati hadangan Denmark pada 16 akbar, giliran Rusia yg ditaklukkan pada babak perempatfinal. Di fase gugur Kroasia menang lewat babak adu penalti. Syahdan, kemenangan atas Rusia mengantar Kroasia lolos ke semifinal buat kali pertama pada 20 tahun terakhir. Tak ayal menciptakan banyak pihak menduga tim asuhan Zlatko Dalic itu menjadi generasi emas kedua setelah skuat di tahun 1998. Apalagi Kroasia tampil menjanjikan semenjak fase grup.

Tak sedikit pula yg berpandangan bahwa skuat Kroasia di Piala Dunia 2018 jauh lebih mentereng dibandingkan dengan skuat mereka di Piala Dunia 1998. Dari 23 pemain Kroasia di Piala Dunia 2018, hanya 2 pemain yang berkompetisi pada perserikatan domestik: Dominik Livakovic (Dinamo Zagreb) & Flip Bradaric (HNK Rijeka). Sisanya adalah pemain yg dari menurut kompetisi elite Eropa & bermain buat kesebelasan besar seperti Luca Modric, Mateo Kovacic (Real Madrid), Ivan Rakitic (Barcelona), Ivan Perisic (Internazionale Milan), Mario Mandzukic (Juventus), Dejan Lovren (Liverpool), hingga Danijel Subasic (AS Monaco).

Southgate Keluhkan Kepadatan Jadwal


Pertandingan pertama Liga Inggris 2018/19 digelar pada Jumat, 10 Agustus 2018—hanya 26 hari sehabis final Piala Dunia 2018. Manajer Tim Nasional Inggris, Gareth Southgate, hingga kala ini masih belum bisa mengetahui kenapa Liga Inggris diawali sedini itu. Saya tidak terlampau mengetahui kenapa liga kita diawali begitu awal tetapi sebenarnya begitu, menjadi klub-klub menghadapi situasi yang terlampau sulit,” ujar Southgate didalam jumpa pers pra-pertandingan; Inggris dapat berhadapan dengan Spanyol pada Selasa (16/10) dini hari WIB, di ajang Liga Bangsa-Bangsa UEFA. Beberapa klub tidak bisa memainkan pertandingan tanpa memandang saja Tottenham Hotspur, yang banyak pemainnya tampil di semifinal Piala Dunia. Mereka [Tottenham] wajib segera turunkan pemain dengan persiapan terlampau minim. Itu situasi yang rumit untuk pelatih.”

Di pada liga-liga top Eropa, Liga Primer Inggris diawali paling awal. La Liga dan Serie A diawali sepekan lebih lambat, tiap-tiap pada 17 dan 18 Agustus 2018. Bundesliga baru diawali pada 24 Agustus 2018. Efeknya, para pemain Liga Primer Inggris menderita kelelahan. Southgate tidak dapat bisa memainkan Jesse Lingard, Dele Alli, Fabian Delph, Danny Rose, dan Danny Welbeck. Semuanya pemain Tim Nasional Inggris di Piala Dunia 2018, menjadi sedikit banyak kasus cedera mereka dipengaruhi kepadatan jadwal. Harry Kane tidak cedera, tetapi enam pertandingan tanpa gol untuk Tim Nasional Inggris juga menjadi indikasi bahwa kepadatan jadwal mempengaruhi performa sang kapten. Saya terlampau tidak mengetahui [kenapa Liga Primer diawali secepat itu] dan saya tidak memeriksa kapan musim diawali hingga kita pulang berasal dari turnamen. Mungkin Liga menyangka kita sudah dapat pulang di akhir Juni,” ujar Southgate bergurau pada macaubet.

Selalu mudah mengeluarkan komentar layaknya itu dan tidak mengetahui skenario rumit yang wajib di lewati para pengambil keputusan, karena yang layaknya ini kerap terjadi kepada saya. Namun seluruh orang mengetahui kapan final dapat dimulai, kapan semifinal digelar, dan bahwa para pemain dapat sibuk sepanjang beberapa lama. Awal Oktober ini Mauricio Pochettino, Manajer Tottenham Hotspur, mengeluhkan hal serupa. Kebanyakan pemain Tottenham belum bermain maksimal sepulang berasal dari Piala Dunia, karena tak sedikit di pada mereka yang masih sibuk hingga pekan terakhir penyelenggaraan Piala Dunia. Danny Rose, Eric Dier, Harry Kane, Kieran Trippier, dan Dele Alli serta Toby Alderweireld, Jan Vertonghen, dan Mousa Dembele meraih semifinal Piala Dunia; Hugo Lloris tampil di final.

Masalahnya sedikit mirip dengan klub-klub kita di Liga Champions,” ujar Southgate. “Beberapa liga Eropa lain menopang mereka dengan mengatur jadwal [untuk berikan lebih banyak kala persiapan menjelang laga level Eropa]. Saya rasa klub-klub Inggris dapat menghormati hal semacam itu, mereka mewakili sepakbola Inggris dan kita mengidamkan mereka sukses. Dalam satu tahun, tersedia enam jeda internasional yang tercatat didalam agenda formal FIFA: Maret, Juni, Agustus, September, Oktober, dan November. Pada tiap tiap jeda, tiap-tiap negara punyai sembilan hari untuk bertanding. Namun nyatanya jeda internasional terjadi dua pekan penuh dan kebanyakan tim nasional bertanding satu hingga dua kali.

Homeless Sosial Media Opini.id


https://opini.id/communityOpini.id kembali menghadirkan program luar biasa #generasiWARBYASAK dengan mengadopsi konsep ‘homeless media’, sebagai salah satu komitmen mereka untuk terus menyampaikan dan memfasilitasi kepedulian dan kebaikan pada masyarakat. Untuk mewujudkan komitmen tersebut Opini.id menggelar program #GenerasiWARBYASAK https://opini.id/community, User Acquisition Manager Opini.ID Risang B. Dhananto memaparkan, “Kami memiliki misi untuk membuat orang menjadi tambah peduli dan tergerak untuk berbuat baik dan memperbaiki yang kurang baik. Maka dari itu, Opini.id mengajak semua anak muda untuk berkarya melalui video dan program #generasiWARBYASAK,” katanya di Jakarta. Lanjut Risang, Program #GenerasiWARBYASAK merupakan gerakan moral anak muda dengan mengusung 4 pilar nilai yaitu; Berani, Peduli, Jujur dan Kreatif. Program yang akan berlangsung selama 6 sampai 8 bulan ke depan dari pertama kali diluncurkan pada 28 Oktober lalu. Pada kesempatan yang sama, Risang juga memperkenalkan konsep “homeless media” yang kini diadopsi Opini.id. Dalam kerjanya ‘homeless media’ merupakan konsep pemajangan konten di berbagai platform media termasuk di media sosial. Masing – masing platform memiliki native content (otonomi konten) yang berbeda sesuai dengan target market.

Konsep homeless media bukan soal menambah channel distribusi. Akan tetapi menambah channel media itu sendiri dan menjadikannya sebagai platform sebagai media. Misalnya, selama ini, media massa menggunakan media sosial untuk menyebarkan berita yang ada di halaman web utama media tersebut. Ketika tautan di media sosial di-klik, pembaca diarahkan ke halaman web untuk membaca konten lebih lengkap. Dalam hal ini, homeless media memajang konten yang berbeda – beda di banyak channel meskipun informasinya hampir sama. Sebagai salah satu contoh, akun Opini.id di Facebook menayangkan video 1 menit tentang kebiasaan anak muda yang tidak pernah buang sampah setiap selesai makan di supermarket. Hal ini dikarena kebiasaan diskusi dan penyebaran di Facebook yang tepat untuk karakter video 1 menit dan bertema eksperimen sosial. Seperti kita ketahui di Instagram resmi Opini.id, disebarkan foto atau gambar inspiratif tentang kebiasaan buang sampah. Di halaman utama web Opini.id, ditayangkan polling publik tentang kebiasaan anak muda buang sampah. Setiap konten disesuaikan dengan karakter channel-nya.

Diharapkan ke depannya, diprediksi akan muncul semakin banyak penyedia konten yang tidak hanya mengandalkan home pages atau aplikasi khusus. Sindikasi konten misalkan melalui platform sosial media juga dirasakan lebih efektif untuk menjangkau publik dan untuk membuka diskusi. Di samping menjadi wadah, Opini.id juga memfasilitasi opini publik dengan tujuan agar Indonesia menjadi lebih baik. “Era digital memang memberikan banyak informasi tapi media massa sekarang berjalan hanya satu arah. Tidak ada diskusi dan perdebatan,” ujar Michael Wonosaputro, Product Lead Opini.id, saat ditanya Selular.ID alasan dibalik mempopulerkan portal Opini.id. Opini.id memuat beberapa fasilitas antara lain open questions, polling, rating, serial questions, public figur involvement, public review, dan viral channel. Selain memasukkan teks, pengguna juga bisa menyematkan video dari YouTube dan kemudian dibagikan ke situs sosial lainnya.

Saat mengomentari sesuatu, pengguna bebas mengeluarkan segala pendapat di pikiran, mau positif atau negatif, asal tutur bahasanya baik. “Karena opini itu tidak ada yang salah atau benar. Kami senang bila ada war di Opini.id asal tidak berlanjut ke dunia nyata saja,” timpalnya. Dalam pengawasan tiap postingan, Opini.id mengaku melakukannya secara manual. Opini.id sudah dirilis resmi pada Oktober 2014. Setelah empat bulan mengudara, Opini.id telah memuat 300 topik, 100.000 opini, dan 5000 pertanyaan.